Selamat Datang | ||||||||||||||||||
![]() |
My Page SUHENDI email : [email protected] | |||||||||||||||||
![]() |
Setelah Kematian akan tumbuh Kehidupan baru. Kehidupan baru itu tiada dapat di tahan-tahan, dan meskipun sekarang dapat juga di tahan, besoknya akan tumbuh juga dia, dan hidup makin lama makin kuat makin teguh Kewajiban kita adalah jangan saja menaruh sayang melainkan juga memperlihatkan kita sayang | |||||||||||||||||
Untuk MU: | ||||||||||||||||||
![]() |
Jika seorang anak hidup dalam suasana penuh kritik, ia belajar untuk menyalahkan Jika seorang anak hidup dalam permusuhan, ia belajar untuk berkelahi Jika seorang anak hidup dalam ketakutan, ia belajar untuk gelisah Jika seorang anak hidup dalam belas kasihan diri, ia belajar untuk memaafkan dirinya sendiri Jika seorang anak hidup dalam ejekan, ia belajar untuk merasa malu Jika seorang anak hidup dalam kecemburuan, ia belajar bagaimana iri hati Jika seorang anak hidup dalam rasa malu, ia belajar untuk merasa bersalah Ada sementara orang yang berkata,....Badan itu ibarat sebuah dusun kecil yang tak dapat di jadikan kediaman seorang raja. Tetapi ini anggapan orang-orang yang bingung, yang nalarnya sempit dan terbatas. Sesungguhnya orang-orang itu dipastikan, sebuah perumpamaan : Isilah sejuta tempayan dengan air lalu lihatlah di dalam tempayan-tempayan itu. Semuanya berisikan air. Matahari mengibaratkan Yang Maha Luhur. Adakah tempayan-tempayan itu sedemikian luas? Namun di dalam semuanya kita melihat matahari, tak ada satupun yang tidak memancarkan sang surya. Jelaslah semua tempayan itu mengandung gambaran sang surya. Kita berdusta, andaikata ada satu tempayan yang tidak mengandung gambaran sang surya. | |||||||||||||||||
|
This page has been visited
|